Rabu, 25 April 2012

Belajar Algoritma Beserta Flowchart Pemrograman

Haloo teman-teman, apa kabar nih? Semoga baik yahh... Saya hadir lagi nih, setelah lama nggak ngepost sesuatu di blog ini, yaa tahu lah akhir-akhir ini cuaca sedang dahsyat-dahsyatnya, sampai modem saya di kost meledak kesambar petir, dan efeknya langsung ngaruh ke PC saya, mati total guys... Oke cukup sekian cerita tentang petirnya, kali ini saya hadir untuk ngepost tugas yang diberikan oleh dosen saya di mata kuliah Sistem Informasi Manajemen Keuangan Negara, atau teman-teman saya biasa menyebutnya SIM-KN.
Di mata kuliah yang satu ini, dosen saya mengajari tentang Agoritma. Algoritma adalah urutan langkah-langkah logis dalam penyelesaian masalah yang disusun secara sistematis dan logis. Algoritma ini biasanya digunakan dalam bahasa pemrogaraman. Dalam algoritma juga dikenal flowchart, yaitu semacam rangkaian gambar atau simbol yang menggambarkan aliran proses atau prosedur suatu kegiatan. Berikut inilah flowchart yang biasa digunakan dalam proses pemrograman:

1. Simbol untuk SISTEM












2. Simbol untuk PROGRAM


Oke, mungkin seperti itulah sedikit pengenalan tentang algoritma dengan bentuk-bentuk flowcahartnya. Selanjutnya saya berlatih membuat algoritma dan flowchart dari sebuah proses yang diperintah oleh dosen, yaitu membuat proses Ujian Seleksi Masuk (USM) STAN dengan asumsi nilai rata-rata peserta yang lulus harus lebih dari atau sama dengan 7.5 dan nilai untuk mata ujian Bahasa Indonesia minimal 7, dimana jumlah maksimal peserta yang lulus di ujian ini adalah 1000 orang.
Dari soal perintah di atast, algoritma prosesnya adalag sebagai berikut:
  1. Masukkan data (lembar jawab) peserta
  2. Sistem membaca lembar jawab peserta
  3. Sistem menilai semua jawaban pada setiap mata ujian, jika rata-rata nilai < 7.5 maka masuk/ tulis pada daftar peserta tidak lulus
  4. Sistem menilai jawaban pada mata ujian Bahasa Indonesia, jika nilai < 7 maka masukkan pada daftar peserta tidak lulus
  5. Sistem menyortir daftar nilai peserta yang telah masuk kriteria penilaian untuk diurutkan dari nilai tertinggi ke nilai yang terrendah sebagai peringkat
  6. Sistem membaca daftar nilai peserta berdasarkan peringkat, jika peringkat peserta > 1000, maka masukkan pada daftar peserta tidak lulus
  7. Sistem mencetak hasil, baik peserta yang lulus maupun yang tidak lulus
Dari algoritma tersebut, dapat dibuat flowchart seperti pada gambar berikut ini:


Nah kurang lebih seperti itulah bentuk flowchart dari proses Ujian Seleksi Masuk seperti yang diperintahkan dalam soal di atas. Dengan membaca ini, diharapkan teman-teman juga bisa ikut belajar tentang algoritma. Terima kasih. Semoga bermanfaat. :)

Selasa, 10 April 2012

Olos, Fenomena Jajanan Khas Baru Daerah Tegal dan Sekitarnya



Hai guys, jumpa lagi dengan blog ini yang sudah cukup lama dianggurin :D Kini saya mencoba eksis-in kembali nih. Dan kali ini saya tertarik sekali untuk menulis fenomena yang sedang ramai di kalangan anak-anak muda daerah Tegal sekitarnya, khususnya di khalayak anak sekolah


Olos, ya namanyanya cukup unik memang! Kalau untuk didefinisikan mungkin agak sedikit susah. Intinya olos itu jajanan "baru" khas daerah orang yang terkenal dengan bahasa jawa ngapak-nya. Olos ini hampir mirip dengan yang namanya cimol yang banyak terdapat di daerah Bandung. Bedanya, kalau cimol tidak terdapat isi di dalamnya, tetapi olos sendiri ada isi sayuran di dalamnya yang ada sensasi pedas ala rawit. Sedikit meledak di lidah kalau yang baru pertama kali menyantapnya.

Olos sendiri berbentuk bulat seperti bakso, terbuat dari adonan tepung kanji, ini yang membuat olos agak sedikit kenyal. Bahan isian di dalamnya basanya terdiri dari sayuran seperti kol dengan campuran potongan cabai rawit yang pedasnya menggugah selera.

Kapan waktu yang tepat untuk menikmati olos? Jawabannya simpel saja, waktu dingin seperti saat hujan! Ya, potongan cabai rawit di dalamnya menciptakan sensasi tersendiri di mulut penyantap, apalagi jika dinikmati hangat-hangat. Rasanya kenyal, empuk, gurih, dan pedas. Benar-benar cocok untuk lidahnya orang Indonesia :D Olos banyak dijumpai pada pedagang kaki lima yang biasa "mangkal" di pinggiran jalan, di depan sekolah-sekolah, dan perempatan.

Hm...itu penjelasan yang teramat singkat mengenai olos. Lalu, mungkin timbul pertanyaan, kenapa ini disebut fenomena makanan khas baru?? Ya saya mengatakannya fenomena baru karena pada saat jamannya saya masih SMA (kisaran tahun 2006-2009) belum ada yang namanya jajanan seperti ini. Makanan khas ini mulai marak justru setelah saya menempuh bangku kuliah. Saya selalu heran jika adik-adik kelas saya yang masih SMA menawari saya "Olos kak, beli olos yuk!". Benar-benar dalam hati saya berfikir keras, apa sih olos? Kok saya baru dengar ya? Tapi setelah saya mencobanya, enak lho, ternyata memang benar itu jajanan baru, mungkin baru sekitar 2-3 tahunan. Tapi meskipun baru, makanan ini terbilang aman lho, selain enak, para pedagang juga tidak mungkin melakukan kecurangan-kecurangan seperti menambahkan pengawet macam boraks, formalin, dan sejenisnya karena jajanan ini saja sudah sangat murah kok harganya :) Buat kalian yang kebeteulan sedang berjalan-jalan di area Tegal, Brebes, Slawi dan sekitarnya bisa lho mencoba makanan ini dengan memebelinya di pinggir jalan, banyak kok yang jualan :D Selamat penasaran dan selamat mencoba yaaaa... :))