Selasa, 10 April 2012

Olos, Fenomena Jajanan Khas Baru Daerah Tegal dan Sekitarnya



Hai guys, jumpa lagi dengan blog ini yang sudah cukup lama dianggurin :D Kini saya mencoba eksis-in kembali nih. Dan kali ini saya tertarik sekali untuk menulis fenomena yang sedang ramai di kalangan anak-anak muda daerah Tegal sekitarnya, khususnya di khalayak anak sekolah


Olos, ya namanyanya cukup unik memang! Kalau untuk didefinisikan mungkin agak sedikit susah. Intinya olos itu jajanan "baru" khas daerah orang yang terkenal dengan bahasa jawa ngapak-nya. Olos ini hampir mirip dengan yang namanya cimol yang banyak terdapat di daerah Bandung. Bedanya, kalau cimol tidak terdapat isi di dalamnya, tetapi olos sendiri ada isi sayuran di dalamnya yang ada sensasi pedas ala rawit. Sedikit meledak di lidah kalau yang baru pertama kali menyantapnya.

Olos sendiri berbentuk bulat seperti bakso, terbuat dari adonan tepung kanji, ini yang membuat olos agak sedikit kenyal. Bahan isian di dalamnya basanya terdiri dari sayuran seperti kol dengan campuran potongan cabai rawit yang pedasnya menggugah selera.

Kapan waktu yang tepat untuk menikmati olos? Jawabannya simpel saja, waktu dingin seperti saat hujan! Ya, potongan cabai rawit di dalamnya menciptakan sensasi tersendiri di mulut penyantap, apalagi jika dinikmati hangat-hangat. Rasanya kenyal, empuk, gurih, dan pedas. Benar-benar cocok untuk lidahnya orang Indonesia :D Olos banyak dijumpai pada pedagang kaki lima yang biasa "mangkal" di pinggiran jalan, di depan sekolah-sekolah, dan perempatan.

Hm...itu penjelasan yang teramat singkat mengenai olos. Lalu, mungkin timbul pertanyaan, kenapa ini disebut fenomena makanan khas baru?? Ya saya mengatakannya fenomena baru karena pada saat jamannya saya masih SMA (kisaran tahun 2006-2009) belum ada yang namanya jajanan seperti ini. Makanan khas ini mulai marak justru setelah saya menempuh bangku kuliah. Saya selalu heran jika adik-adik kelas saya yang masih SMA menawari saya "Olos kak, beli olos yuk!". Benar-benar dalam hati saya berfikir keras, apa sih olos? Kok saya baru dengar ya? Tapi setelah saya mencobanya, enak lho, ternyata memang benar itu jajanan baru, mungkin baru sekitar 2-3 tahunan. Tapi meskipun baru, makanan ini terbilang aman lho, selain enak, para pedagang juga tidak mungkin melakukan kecurangan-kecurangan seperti menambahkan pengawet macam boraks, formalin, dan sejenisnya karena jajanan ini saja sudah sangat murah kok harganya :) Buat kalian yang kebeteulan sedang berjalan-jalan di area Tegal, Brebes, Slawi dan sekitarnya bisa lho mencoba makanan ini dengan memebelinya di pinggir jalan, banyak kok yang jualan :D Selamat penasaran dan selamat mencoba yaaaa... :))

4 komentar:

  1. Ini bukan gorengan yang dijual Esti???

    BalasHapus
  2. bukannnn -__-
    esti pernah jual mas, tapi pas di fesbudnus itu :D

    BalasHapus
  3. Olos ada sejak tahun 1990, asalnya dari desa jatirawa,dan hanya terkenal didesa jatirawa saja.Olos terkenal pada tahun 2009,kalau olos tidak di jual di pinggir jalan mungkin belum terkenal sampai saat ini.Olos di ciptakan oleh ibu khoti'ah.. Rumah ibu ti'ah di jalan hujan mas ke utara,dekat balai desa jatirawa.kalau mau beli langsung saja kerumahnya,di depan sdn jatirawa juga ada,terus di desa bongkok juga ada tepatnya di gerbang desa bongkok sebelah selatan SMA 1 kramat.itu Olos asli100%.

    BalasHapus
  4. Innalillahi wa inna ilaihi raji'un.pencipta OLOS yg bernama ibu khoti'ah atau yg biasa d pgl ti'ah,telah pulang ke rahmatullah.. Semoga beliau di terima di sisinya..... Amiin.....

    BalasHapus